Qwitter, Twitter Client Untuk Tunanetra

Posted on June 23, 2011

0


Pembaca, akhir-akhir ini tunanetra mulai eksis di berbagai layanan jejaring sosial, salah satunya Facebook yang semakin bersahabat dengan pengguna komputer tak berpenglihatan.

Sayangnya, hal serupa belum banyak dirasakan tunanetra Indonesia yang ingin menjajal layanan mikroblogging Twitter. Hal tersebut karena banyak istilah serta fungsi yang melekat pada antarmuka Twitter yang masih terdengar asing bagi tunanetra.

Namun, sebuah Twitter client telah berhasil mengatasi masalah tersebut, sehingga pengguna tunanetra pun dapat bebas “berkicau” di Twitter!

Namanya Qwitter, aplikasi yang memang diperuntukkan bagi pengguna tunanetra untuk mengakses Twitter.

Klien ini dapat diunduh di http://www.qwitter-client.net/.

Sebelum kita bicara lebih lanjut mengenai klien tersebut, mari kita pahami sedikit permasalahan yang timbul bila tunanetra menggunakan Twitter dengan cara biasa alias berkicau via laman web.

Lho, apa masalahnya?

Hal paling mendasar yang perlu dipahami adalah cara interaksi yang berbeda antara pengguna biasa dan pengguna tunanetra.

Orang biasa mengakses Twitter dengan penglihatan, sedangkan tunanetra mengakses Twitter dengan pendengaran (dibantu pembaca layar). Nah perbedaan cara akses inilah yang akan menimbulkan masalah.

Pertama, tunanetra biasanya kerepotan mengakses timeline atau mention. Hal tersebut karena percakapan yang ada pada timeline atau mention membaur dengan tombol-tombol seperti Retweet, Reply, Delete, dan lain-lainnya, sehingga tunanetra tak begitu leluasa menikmati percakapan di Twitter.

Kedua, kurang praktis. Umumnya tunanetra memanfaatkan aplikasi chat untuk bercakap-cakap karena dialog dapat dilakukan secara real-time, jadi kalau ada balasan tunanetra pun langsung mengetahuinya.

Sedangkan dengan Twitter tunanetra harus me-load kembali halaman timeline atau mention untuk mengecek balasan dari rekan bicaranya. Hal ini tentu merepotkan karena tunanetra perlu berkali-kali me-refresh Twitter, dan tentu saja tak menjamin jawaban yang ditunggu sudah masuk atau belum.

Ketiga, beberapa fitur — yang juga membaur dengan dialog — cukup membingungkan. Kalau sekedar posting atau membalas komentar di Facebook mungkin tak masalah, namun dengan Twitter, tunanetra harus membiasakan diri dengan elemen semacam “rt” “#” dan semacamnya.

Memang tak akan menjadi masalah bagi tunanetra yang telah mahir, namun proses belajar ini akan makan waktu dan tentu saja mengganggu kenyamanan akses tunanetra.

Nah, dengan Qwitter hal tersebut dapat diatasi! Penulis akan menunjukkan beberapa keuntungan penggunaan Qwitter bagi tunanetra berdasarkan rekomendasi pengguna tunanetra di luar negeri dan pengalaman penulis sendiri.

  • Aksesibel: Karena didesain untuk tunanetra, maka aplikasi ini dapat dipakai untuk mengakses seluruh fungsi dan fitur yang ada pada Twitter tanpa perlu kuatir dengan kompatibilitasnya.
  • Mendukung seluruh pembaca layar: Qwitter dapat dioperasikan dengan seluruh pembaca layar komersial dan gratis yang ada di pasaran. Aplikasi ini bahkan dapat digunakan tanpa pembaca layar sama sekali, asalkan komputernya mendukung Speech (fitur ini tidak dihapus dari sistem).
  • Tombol utama untuk akses fungsi: Fitur dan fungsi pada Twitter dapat langsung diakses tanpa mengklik lagi, cukup menahan tombol utama (CTRL dan tombol Windows), lalu tekan tombol perintah sesuai panduan (Selanjutnya kombinasi tombol ini akan penulis sebut CTRL+WIN).
  • Percakapan real-time: Qwitter berjalan layaknya chat client semacam YM dan kawan-kawannya. Jadi, kalau selama tunanetra online dengan Qwitter, maka pengguna akan diberitahu apabila ada balasan atau tweet yang masuk. Notifikasinya sendiri berupa suara.
  • Bebas gangguan: Saat bercakap-cakap dengan Qwitter, tunanetra tak akan lagi disusahkan oleh tombol-tombol fungsi seperti Delete, Retweet, dan lain-lain. Semua fungsi dapat diakses dengan kombinasi CTRL+WIN+perintah yang diinginkan.
  • Integrasi pemendek URL: Dengan Qwitter tunanetra tak lagi membutuhkan layanan pihak ketiga untuk memendekkan URL. Saat hendak nge-tweet dan ada link yang ingin dipendekkan, cukup tekan ALT+S saja.
  • Notifikasi suara: Kalau ada reply, tweet, pengetikan karakter melebihi 140, dan lain-lain, Qwitter akan menginformasikan lewat suara. Default suaranya pun dapat diubah sekehendak hati. Di situs Qwitter juga tersedia banyak default suara yang dapat diunduh sesuai selera.
  • Akses cepat di mana saja: Karena tak ada interfacenya, Qwitter dapat dioperasikan di mana pun dan kapan pun, tak peduli apakah pengguna sedang mengetik di MS-Word, mendengarkan musik dengan Winamp, atau presentasi dengan PowerPoint sekalipun. Cukup tahan CTRL+WIN dan tekan tombol perintah sesuai kebutuhan, dan informasi yang berkenaan dengan Twitter si pengguna dapat langsung terdengar tanpa mengganggu aplikasi lain yang sedang terbuka!

Tertarik ingin mencobanya?

Berikut ini panduan singkat penggunaan Qwitter. Perlu diingat bahwa ini hanya contoh kecil penggunaan Qwitter, selebihnya mohon membaca petunjuk yang tersedia pada Readme.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah membuat akun di Twitter dengan cara biasa, lalu unduh Qwitter via link yang telah penulis berikan di atas.

Lalu, segeralah akses aplikasinya dan login dengan username dan password Twitter. Sebenarnya ada layanan lain yang didukung Qwitter, namun kita akan fokus pada penggunaannya sebagai klien Twitter saja.

Jika login berhasil, maka akan terdengar suara yang menandakan proses login berhasil.

“Ooops?” Kok layar aplikasi Qwitter menghilang?

Jangan kuatir! Seperti penulis sampaikan, klien ini didesain khusus bagi tunanetra, jadi tak perlu tampilan fisik. Semuanya diakses menggunakan tombol dan keluaran suara, jadi tak akan terlihat tulisan percakapan di layar monitor.

Untuk memudahkan, penulis akan membantu memberi gambaran seperti apa interface Qwitter. Jika sudah berhasil login, maka Anda akan berada di interface tersebut.

Nah, bayangkanlah 4 kolom besar, masing-masing kolom (dari kiri ke kanan) adalah Home (timeline), direct messages (DM), sent (tweet yang telah kita kirim), dan mention. Kalau dari posisi Home kita beralih ke kiri, maka susunannya tinggal dibalik saja.

Pertama kali berhasil login, kita akan berada di kolom Home. Tahan CTRL+WIN, lalu gunakan panah kanan atau kiri untuk berpindah kolom sesuai yang penulis sebutkan di atas. Gunakan panah bawah atau atas untuk menelusuri percakapan sesuai dengan kolom yang dipilih.

Kalau mau melakukan tweet, tahan CTRL+WIN lalu tekan N, dan ketikkan tweet yang ingin diposting, tekan ENTER.

Untuk me-reply tweet, pilih dulu percakapan mana yang hendak di-reply dengan cara di atas, lalu tahan CTRL+WIN dan tekan R.

Untuk me-retweet, lakukan hal yang sama seperti reply, tapi tombol kombinasinya CTRL+WIN+SHIFT+R.

Nah, masih banyak lagi fitur lain yang dapat dijalankan menggunakan Qwitter. Silahkan mengacu pada dokumentasi yang tersedia di situs penyedianya.

Bagi teman tunanetra, penulis menyarankan untuk memahami dulu istilah-istilah yang digunakan dalam Twitter, baru menghafal shortcut untuk mengakses fitur-fiturnya.

Bagi rekan berpenglihatan, dapat membantu menjelaskan tentang istilah-istilah pada Twitter, lalu merangkum daftar shortcut pada Readme Qwitter agar lebih mudah dipelajari oleh rekan tunanetra.

Apabila masih ada yang kurang jelas dapat mengkontak Twitter penulis lewat ID @ramadityaknight.

Sumber: detikInet

 

Posted in: Social Network