Punya 1.000 Teman di Facebook, Apa Perlu?

Posted on June 25, 2011

0


Facebook sukses menorehkan fenomena di dunia, tak terkecuali di Indonesia. Namun khusus Facebooker Tanah Air sedikit mendapat kredit khusus, yakni soal kegemarannya mengumpulkan ‘teman’ sebanyak-banyaknya. Bahkan ada yang sampai berseri, karena tak muat di satu akun. Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apa itu perlu?

Effendi Ibrahim, Norton Internet Safety Advocate & Consumer Business Lead Asia Symantec pun mengakui kehebatan Facebooker Indonesia dalam menjaring anggota. Bahkan Indonesia dikatakan sebagai salah satu negara dengan kumpulan teman-teman terbanyak di situs besutan Mark Zuckerberg itu.

Namun sayang, pengguna Facebook Tanah Air kadang kurang memperhatikan soal data-data privasi. Hal ini berbeda jika dibandingkan dengan negara barat yang sangat menjaga privasi mereka.

“Pasalnya, lewat Facebook dapat terjadi cyberstalking (penguntit), penyebaran malware, phishing (pencurian informasi) dan lainnya,” tukas pria asal Singapura ini kepada detikINET.

Hal senada pun disuarakan Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team On Internet Infrastructure (ID-SIRTII), M. Salahuddien. Menurutnya, manusia memiliki keterbatasan untuk mengenali orang-orang.

“Batasannya di sekitar 200 orang paling banyak bisa mengenali. Namun di Indonesia, memiliki 1.000 teman di Facebook dianggap suatu prestasi. Padahal orang-orang itu bukanlah benar-benar teman mereka, dan tak akan ingat pula,” tukas pria yang biasa disapa Didin Pataka ini.

Memiliki ribuan teman di media sosial dianggap Didin sulit untuk dikontrol. “Entah apa tujuan mereka yang tidak dikenal tersebut menjadi ‘teman’ kita, bisa jadi punya niat buruk,” lanjutnya.

Di sisi lain, jika tujuan mengoleksi banyak teman di Facebook adalah untuk memperluas networking hal itu memang sah-sah saja. Dari sini mungkin bisa dikelola untuk peluang di masa depan, tentunya dalam arti positif.

Sebagai media sosial paling populer saat ini, Facebook memang terus berevolusi dan meningkatkan keamanan mereka. Mereka pun memfasilitasi pengguna yang memiliki ‘teman segudang’. Namun dalam satu akun normalnya dibatasi cuma sampai 5.000 teman, jika sudah full buat lagi akun yang baru.

Namun pembajakan akun Facebook juga menjadi mimpi buruk sang pemilik akun. Di Indonesia saja sering terjadi kejadian aksi pembajakan akun Facebook ini. Ketika sudah dibajak akun tersebut biasanya dijadikan alat penipuan terhadap rekan si pemilik akun.

“Mulai dari minta pulsa, meminta transfer uang dengan dalih meminjam dan sebagainya. Tinggal nanti si pemilik akun yang kaget mendapati akunnya jadi alat penipuan,” kata Didin.

“Selain itu ada juga laporan soal cyberstalking di Indonesia. Kejadian ini juga akibat dari penggunaan media sosial yang kebablasan,” pungkasnya.

Sumber: DetikInet

Posted in: Social Network