Cara Menjaga Mata Agar Terbebas dari Bahaya Gadget

Posted on March 14, 2015

0


Berapa banyak waktu yang kamu habiskan di depan layar perangkat elektronik atau gadget, sebenarnya tidak ada yang tahu pasti ya, Jerukers. Tetapi menurut laporan tren internet 2014 dari Mary Meeker, ditemukan di Amerika Serikat rata-rata usia 16-44 menghabiskan 444 menit atau 7,4 jam menatap layar setiap hari, di mana 147 menit dari televisi, 103 menit dari komputer, 151 menit dari smartphone, dan 43 menit dari tablet.

Ya, orang masa kini memang menghabiskan hampir seluruh waktu waktu menatap layar kecuali saat tidur. Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika melaporkan jam tidur malam rata-rata usia 25-54 selama 7,7 jam.

Banyak dari kita, terutama mereka yang bekerja pada komputer sepanjang hari bisa menghabiskan sebagian besar hidup untuk menatap layar. The Vision Council dalam Digitaltrends (7/2/2015) mengungkapkan bahwa sepertiga dari orang dewasa menghabiskan lebih dari 9 jam setiap hari untuk perangkat digital, tetapi ada perbedaan di tiap generasi sebagai berikut:

  • Kelahiran Baby Boomers (lonjakan angka kelahiran) antara tahun 1946 sampai 1964, sebanyak 26%
  • Kelahiran Gen X antara tahun 1965 sampai 1980, sebanyak 32%
  • Kelahiran Millennials antara tahun 1981 sampai 1996, sebanyak 37,4%

National Eye Institute melaporkan, penderita miopia (rabun jauh) di Amerika Serikat meningkat di mana saat ini mencapai 34 juta orang. Pada 2040 dilaporkan akan meningkat sampai 40 juta penduduk. Model epidemi seperti ini malah dilaporkan juga terjadi di seluruh dunia.  

Lalu apa yang dapat kamu lakukan untuk melindungi diri dari paparan cahaya biru (blue light) yang disebut HEV, yang berdampak merusak mata? Dr. Gary Heiting, senior editor AllAboutVision menjelaskan sebagai berikut:

1. Menjaga jarak kerja yang nyaman di depan komputer, yakni layar dekat dengan panjang lengan, dan hindari sering membungkukkan badan untuk melihat lebih dekat.

2. Bila menggunakan ponsel, sebisa mungkin jangan terlalu dekat tapi tetap dalam jarak yang nyaman untuk melihat. Gunakan juga ukuran bentang layar yang sekiranya nyaman dipandang mata. Semakin jauh jarak semakin sedikit mata terpapar cahaya HEV.  

3. Setiap 20 menit, istirahat 20 detik dan melihat sesuatu di kejauhan sepanjang 20 meter jauhnya. Ini disebut aturan 20-20-20 oleh para penyedia perawatan mata, di mana fungsinya  untuk melemaskan otot fokus mata, melemaskan otot-otot di sekitar mata, dan seringlah berkedip agar permukaan mata selalu lembab (remoisten).

4. Periksakan mata bahkan untuk masalah terkecil. Selain itu, datangi perawatan mata profesional seperti opthalmologist meminta rekomendasi kacamata terbaik sesuai dengan kebutuhan.

5. Setelah itu ketika datang ke optik mintalah jenis lena yang bisa menangkal radiasi blue light dari perangkat digital kamu. Pastikan lensa kacamata juga memiliki anti-reflektif (AR) coating. Melihat dengan menggunakan lensa bisa mengurangi ketegangan mata dan lebih nyaman.

6. Pergi ke luar menikmati pemandangan hijau akan lebih membantu dalam mengistirahatkan mata sejenak.

(Jeruknipis)

Posted in: Uncategorized